Jumat, 23 Oktober 2020

364} Kajian 64 kitab an-Nawadir: "Mendahulukan taat daripada Dunia"

 Oleh:[Ishadi al-Asyi]


HIKAYAH YANG KE-ENAM PULUH EMPAT: "MENDAHULUKAN TAAT DARIPADA DUNIA"


الحكاية الرابعة والستون : في تقديم الطاعة على الدنيا

حكي : أن حامدا اللفاف رضي الله عنه أراد الذهاب إلى الجمعة وقد ضل حماره ودقيقه في الطاحون ودخل نوبة سقي أرضه فتفكر في نفسه وقال : إن ذهبت إلى الجمعة فاتتني هذه الأعمال ، ثم قال : عمل الآخرة أولى ، فذهب إلى الجمعة . فلما رجع وجد أرضه قد سقیت وحماره في الإصطبل و أمرأته تخبز ، فسأل امرأته فقالت له : أما الحمار فقد سمعت قرع الباب فخرجت فإذا الحمار يعدو والأسد خلفه ، فلما فتحت الباب دخل الحمار الدار ، وأما الأرض فإن الملاصق لأرضنا أراد سقي أرضه فنام فانفجر الماء فسقي أرضنا ، وأما الدقيق فإنه كان لجارنا دقيق في الطاحون ، فذهب ليأتي به فغلط فحمل جوالقنا ، فلما جاء إلى بيته عرفه فدفعه لنا ، فرفع حامد رأسه إلى السماء وقال : يا رب قضيت لك حاجة فقضيت لي ثلاث حاجات فلك الحمد .


Diceritakan: Bahwasanya Hamid al-Lafaf Radhiyallahu 'anh hendak pergi melaksanakan shalat Jum'at, akan tetapi keledai tunggangannya hilang. Bukan hanya itu, tepung yang berada di tempat penggilingannya juga hilang. Setelah kehilangan harta itu, ia mau menyirami tanahnya, namun di dalam hatinya berkata: "Apabila aku pergi menunaikan shalat Jum'at, maka pekerjaan² ini pasti luput. Akan tetapi amal akhirat lebih utama daripada yang lainnya."

Akhirnnya Hamid al-Lafaf pergi shalat Jum'at. Tatkala sampainya di rumah setelah shalat Jum'at, ia mengetahui tanahnya telah disirami air, keledainya berada di kandang, dan istrinya selesai membuat roti. Kemudian ia pun bertanya kepada istrinya. Si istri menjawab: "Adapun keledai, aku mendengar dari ketukan pintu. Lalu aku keluar dan mendapati keledai dari kejaran harimau. Maka aku buka pintu hingga keledai masuk ke dalam rumah. Sedangkan tanah, pohon nangka yang berada di sekitar tanah kita menginginkan tanahnya disirami. Setelah itu, pohon itu memancarkan air hingga membasahi tanah kita.

Dan adapun tepung, tetangga kita mempunyai tepung yang ditaruh juga di penggilingan. Ia pergi membawanya. Akan tetapi ia salah mengambil karung kita. Ketika sampai di rumah, ia tahu bahwa ia salah mengambil. Lalu ia mengembalikannya kepada kita."

Mendengar penjelasan si istri, Hamid al-Lafaf menengadah ke langit dan berkata: "Wahai Tuhanku, aku telah menunaikan kewajiban kepadaMu, dan Engkau memberikan aku tiga kebutuhan. Hanya bagiMu segala puji."

📚[An-Nawadir. Hal. 59]



363} Kajian 63 kitab an-Nawadir: "Peristiwa yang terjadi pada Khidhir 'Alaihis salam"

 Oleh:[Ishadi al-Asyi]

HIKAYAH YANG KE-ENAM PULUH TIGA: "PERISTIWA YANG TERJADI PADA KHIDHIR 'ALAIHIS SALAM"


الحكاية الثالثة والستون : فيما وقع للخضر عليه السلام

حکی : أن الخضر عليه السلام كان جالسا على شاطىء البحر إذ جاءه سائل ، فقال له : أسألك بالله أن تعطيني شيئا ، فغشي عليه ، فلما أفاق قال له : لا أملك إلا نفسي وقد سألتني بحق الله فقد بذلت لك نفسي فبعها وانتفع بثمنها قال : فذهب به إلى السوق وباعه لرجل يقال له ساحم بن أرقم ، فذهب به إلى بيته وله بستان خلف بيته فدفع المرسة إليه وأمره أن ينحت من الجبل ويلقى في البستان ، وذلك الجبل فرسخ في فرسخ ثم غاب ساحم في حاجته فأقبل الخضر على النحت والإلقاء ، فلما رجع ساحم قال لأهله : هل أطعمتم الغلام ؟ فقالواله : أيما الغلام لا علم لنا به ، فرفع طعاما ودخل عليه فوجده قد فرغ من الجبل كله وهو قائم يصلي ، فتعجب وكاد أن يغشي عليه ، فسأله وقال له : أخبرني من أنت ؟ فقال له : عبد الله وعبدك ، فقال له : أسألك بحق الله تخبرني من أنت ؟ فغشي على الخضر ساعة ثم أفاق وقال له : أنا الخضر ، فغشي على ساحم ، فلما أفاق تاب واعتذر إلى ربه وقال : يا رب لا تؤاخذني بذلك ، فإني لم أعلم به ، فسجد الخضر ودعا الله وقال : بحقك صرت رقيقا وبحقك صرت عتيقا ، ثم استأذن في الرجوع فأذن له فرجع إلى ساحل البحر فرأى رجلا قائما على البحر يقول : يا رب خلص الخضر من الرق وتب عليه . فقال له الخضر : من أنت ؟ فقال أنا شادون ، فقال له الخضر : أنا الخضر ، فقال له : ياخضر طلبت الدنيا فأخذتها مسكنا لنفسك ، وذلك لأن الخضر له صومعة على ساحل البحر فإذا خرج إلى البرية عبد الله فيها فغرس في ذلك الموضع شجرة يعبد الله ظلها ، فنودي : یا خضر حين سجدت آثرت الدنيا على الآخرة ، فوعزتي وجلالي مالي في حبها رضا ، قال : يا شادون ادع الله حتى يقبل توبتي فدعا شادون فقبل الله توبته بدعاء شادون ، والله أعلم .


☆ نبذة : في فضل البكاء من خشية الله تعالى ☆

وفي الخبر : أن عبدا يؤتى به يوم القيامة فيحاسب فترجح سيئاته فيؤمر به إلى النار ، فتقول شعرة من عينيه : يا رب إن نبيك ﷺ قال : "من بكى من خشية الله حرم الله تلك العين على النار" فانزعنی من عينيه ثم ابعثه إلى النار ، فيقول لها الله : لم لم تستوهبيه مني ؟ فتقول : إني خشيت منك يا رب ، فيقول الله تعالى : قد أكرمته لأجلك ، اذهبوا به إلى الجنة .


Diceritakan: Pada suatu ketika, Khidhir 'Alaihis Salam sedang duduk di tepi pantai, tiba² didatangi oleh seseorang:

"Aku meminta kepada Allah Swt agar engkau memberikan aku sesuatu," kata orang itu. Mendengar ucapan itu, Tiba² Khidhir pingsan. Tatkala sadar, Khidhir berkata pada orang itu: "Aku tidak mempunyai apa² kecuali jiwaku ini. Sedangkan engkau memintaku dengan nama Allah Yang Maha Benar. Sungguh aku serahkan jiwaku kepadamu. Maka juallah aku dan ambil manfaat dari hasil penjualan tersebut."

Setelah itu si laki² tersebut pergi membawa Khidhir ke pasar, dan menjualnya kepada seseorang yang bernama Sahim bin Arqam. Kemudian Sahim bin Arqam membawa Khidhir ke rumahnya. Di belakang rumahnya terdapat sebidang taman. Ia memberikan tali kepada Khidhir dan memerintahkan budaknya itu (khidhir) agar melubangi gunung yang kemudian di lemparkan di taman tersebut. Jarak gunung dari rumahnya adalah sejauh satu farsakh. Kemudian Sahim bin Arqam pergi dari rumah untuk suatu keperluan. Khidhir pun siap untuk membuat lubang dan melemparkannya ke taman.

Ketika Sahim bin Arqam pulang ke rumah, ia bertanya kepada istrinya: “Apakah engkau sudah memberikan makanan kepadanya..??"

"Kepada siapa..??, Aku tidak mengetahui siapa pun," jawab si istri.

Maka Sahim bin Arqam bergegas mengambil makanan sendiri, dan masuk ke taman menemuinya. Di sana Sahim bin Arqam melihat pemandangan yang menakjubkan, ternyata Khidhir telah menyelesaikan pekerjaannya, sedangkan ia sedang mengerjakan shalat.

Hampir saja Sahim bin Arqam dibuat pingsan oleh pemandangan tersebut.

"Beri tahu aku, siapa sebenarnya engkau..??," tanya Sahim bin Arqam.

"Aku adalah hamba Allah Swt, dan budakmu," jawab Khidhir.

"Aku meminta kepadamu dengan nama Allah al-Haq agar memberitahu kepadaku siapa kamu..??"

Khidhir pun pingsan beberapa saat mendengar pertanyaan tersebut. Setelah sadar, Khidhir berkata:

"Aku adalah Khidhir."

Tiba² Sahim bin Arqam pingsan. Ketika sadar, ia bertaubat kepada Allah Swt, dan meminta ampunan dariNya,

"Wahai Tuhanku, jangan Engkau bebankan dosa kepadaku sebab masalah ini. Aku tidak mengetahui ia sebelumnya."

Sementara itu, Khidhir sedang bersujud dan berdoa kepada Allah Swt: "Demi kebenaranMu, aku menjadi budak. Dan demi kebenaranMu, aku menjadi merdeka."

Setelah itu, Khidhir meminta izin kepada Sahim bin Arqam pergi dari rumahnya. Sahim bin Arqam pun memberikan izin kepadanya. Khidhir pergi menuju pinggir pantai. Di sana Khidhir melihat seseorang berdiri di atas laut dan berkata:

"Wahai Tuhanku, bebaskan Khidhir dari menjadi budak, dan ampunilah ia."

Mendengar ucapan itu, Khidhir berkata: "Siapa kamu..??"

"Aku adalah Syadun." ucap orang itu. "Aku adalah Khidhir," kata Khidhir.

"Wahai Khidhir, apakah engkau mencari dunia..??, Aku akan memberimu sebuah rumah untukmu," kata orang tersebut. Hal ini disampaikan, sebab ia tahu bahwa Khidhir mempunyai tempat ibadah yang terletak di pantai. Ketika keluar ke daratan, Khidhir menyembah Allah Swt di tempat tersebut. Maka di sana ada sebatang pohon yang ditanam agar Khidhir dapat berteduh di bawahnya. Kemudian sebuah suara datang memanggil:

"Wahai Khidhir, ketika engkau bersujud, engkau lebih mementingkan dunia daripada akhirat. Maka demi keagungan dan kemuliaanKu, Aku tidak ridha."

Setelah itu, Khidhir berkata: "Wahai Syadun, berdoalah kepada Allah Swt agar Dia menerima taubatku." Syadun pun berdoa hingga Allah Swt menerima taubatnya.

Wallaahu a'lam.


Sebuah Catatan; Keutamaan Menangis karena Takut kepada Allah Swt.


Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa pada hari kiamat kelak, hamba akan dihisab. Apabila kejelekan²nya unggul, maka ia diperintahkan masuk ke dalam neraka. Namun tiba² selembar rambut matanya berkata: "Wahai Tuhanku, sesungguhnya Nabi Muhammad ﷺ bersabda: "Barang siapa menangis karena takut kepada Allah Swt, maka Allah Swt mengharamkan mata itu masuk neraka. Lepaskanlah aku dari matanya. Kemudian lemparkanlah ia kesana."

Allah Swt berkata: "Mengapa engkau tidak memberikan ia kepadaKu..??"

"Aku takut kepadaMu wahai Tuhanku," jawab rambut mata.

Allah Swt berkata: "Sungguh, Aku memuliakannya karenamu, dan sekarang pergilah ke surga bersamanya."

📚[An-Nawadir. Hal. 58_59]




362} Kajian 62 kitab an-Nawadir: "Jawaban yang bagus serta spontanitas dalam menjawab"

Oleh:[Ishadi al-Asyi]

HIKAYAH YANG KE-ENAM PULUH DUA: "JAWABAN YANG BAGUS SERTA SPONTANITAS DALAM MENJAWAB"


الحكاية الثانية والستون : في حسن الجواب مع الإرتجال

حکی : أن هشام بن عبد الملك صعد المنبر بدمشق وقال : يا أهل الشام ، إن الله قد رفع عنكم الطاعون بخلافتي فيكم . فقام رجل ، وقال : إن الله أرحم بنا أن يجمعك والطاعون علينا ، ألا ترى أن رجلا كان له مال وولد ، فلما احتضر قال لولده : يا بني كيف كنت لكم ؟ قالوا : خير أب ، قال : إذا مت فأحرقوني ثم اهرسوني بالمهراس ثم ذروني في يوم ريح عاصف لعل الله لا يعرف موضعي ، فلما مات فعلوا به ذلك فجمعه الله تعالی وقال له : يا عبدي لم فعلت هذا ؟ فقال : خوفا منك يا رب ، لأنك لا تجمع على عبدك بين عذابين في الدنيا والآخرة انتهى ، وفي هذه إشكال شديد فتأمل .


Diceritakan: Sesungguhnya Hisyam bin Abdul Malik naik di atas mimbar di Damsyik (Ibu kota syria) dan berkata: "Wahai penduduk Syam, sesungguhnya Allah Swt mengangkat wabah penyakit dari kalian dengan sebab aku menjadi khalifah bagi kalian."

Salah seorang lelaki berdiri dan berkata:

"Sesungguhnya Allah Swt lebih mengasihi kita untuk mengumpulkan engkau dan wabah penyakit kepada kita. Tidakkah engkau melihat seorang lelaki yang mempunyai harta dan anak..?? Ketika ia dalam sekarat, ia berkata kepada anaknya: "Wahai anak²ku, bagaimana pendapatmu tentang aku..??. Mereka menjawab: "Engkau adalah sebaik² ayah. Kemudian si ayah berkata: "Apabila aku mati, bakarlah aku, Lalu tumbuklah dengan lesung. Setelah itu sebar debunya pada hari yang berangin kencang. Mudah²an Allah Swt tidak akan mengetahui tempatku berada."

Ketika mati, anak itu melakukan sesuai yang dipesankan ayahnya. Kemudian Allah Swt mengumpulkannya dan berkata:

"Wahai hambaKu, kenapa engkau melakukan ini..??"

"Karena aku takut kepadaMu wahai Tuhanku, Engkau tidak akan menyiksa hambaMu sebanyak dua kali, di dunia dan akhirat," jawab si laki². Ini adalah perkara yang sangat, maka renungkanlah.

📚[An-Nawadir. Hal. 57_58]




361} Kajian 61 kitab an-Nawadir: "Hinanya orang yang tidak menerima permintaan maaf"

Oleh:[Ishadi al-Asyi]


HIKAYAH YANG KE-ENAM PULUH SATU: "HINANYA ORANG YANG TIDAK MENERIMA PERMINTAAN MAAF"


الحكاية الحادية والستون : في ذم من لا يقبل الإعتذار

حکی : أن إبليس دخل يوما على فرعون ، فقال له : أتعرفني ؟ قال : نعم ، فقال : إنك قد فتني بخصلة واحدة ، قال : وما هي ؟ قال : جرائتك على الله في دعوى الربوبية ، فإني أكبر منك سنا وأكثر منك علما وأعظم منك قوة و لم أتجاسر على ذلك . فقال له : صدقت ، ولكني أتوب عنها ، فقال له اللعين : مهلا ، لا تفعل ذلك ، فإن أهل مصر قد قبلوك بالربوبية ، فإذا رجعت عنها أدبروا عنك و أقبلوا على عدوك وسلبوك ملكك فتصير ذليلا ، قال : صدقت ولكن هل تعلم على وجه الأرض أخبث منا ؟ قال : نعم ، من اعتذر إليه فلم يقبل فهو أشر مني ومنك ، ثم خرج من عنده فلعنة الله عليهما معا .


Diceritakan: Suatu hari iblis masuk ke dalam istana Fir'aun, dan berkata:

"Apakah engkau mengenalku..??"

"Ya," jawab Fir'aun.

"Engkau membuatku tertarik dalam satu hal,"

"Apa itu..??"

"Kelancanganmu kepada Allah Swt, karena mengaku sebagai Tuhan. Sebab aku lebih tua, lebih mengetahui, dan lebih kuat daripada kamu. Akan tetapi aku tidak berani mengaku menjadi Tuhan."

"Engkau benar, akan tetapi aku akan bertaubat."

"Jangan tergesa² dan jangan engkau lakukan hal demikian, karena orang² Mesir menerimamu sebagai Tuhan. Apabila engkau menarik kembali sikapmu, niscaya mereka akan berpaling darimu dan menganggapmu sebagai musuh. Tidak hanya itu, mereka akan menyalibmu, begitu juga kerajaanmu. Hingga engkau menjadi orang yang hina."

"Engkau benar. Apakah engkau mengetahui siapa orang yang lebih hina daripada kita di muka bumi ini..??"

"Ya", yaitu orang yang meminta maaf kepada seseorang, akan tetapi ia tidak menerimanya, maka ia lebih jelek daripada kita."

Selanjutnya, iblis keluar dari istana Fir'aun. Laknat Allah Swt bagi mereka.

📚[An-Nawadir. Hal. 57]



360} Kajian 60 kitab an-Nawadir: "Menjadikan Allah Swt sebagai penasehat diri"

 Oleh:[Ishadi al-Asyi]


HIKAYAH YANG KE-ENAM PULUH: {"MENJADIKAN ALLAH SWT SEBAGAI PENASEHAT DARI DIRINYA"}


الحكاية الستون : فيمن جعل الله له واعظا من نفسه

حکی : أن رجلا حاسب نفسه فحسب عمره فإذا هو ستون عاما ، فحسب أيامها فإذا هي أحد وعشرون ألف يوم وخمسمأئة يوم فصاح : يا ويلاه إذا كان كل يوم ذنب ، كيف ألقى الله بهذا العدد منها ، فخر مغشيا عليه ، فلما أفاق أعاد على نفسه ذلك فخر فحر کوه فإذا هو قد مات رحمه الله ، فكيف بمن له في كل يوم عشرة آلاف ذنب ؟


Diceritakan: seseorang lelaki yang berumur enam puluh tahun bermuhasabah terhadap segala perbuatan selama hidupnya. Setelah dihitung, ia mengetahui bahwa hari yang telah dilewatinya adalah: 1.521 hari.

Lalu ia berteriak: "Alangkah celakanya aku, Apabila setiap hari terdapat satu dosa, bagaimana aku bertemu Allah Swt dengan jumlah kesalahan ini..??".

Ia pun pingsan seketika itu. Tatkala sadar ia berpikir lagi tentang dirinya, lalu ia pingsan lagi. Kemudian orang² yang melihatnya mencoba menggerakkan tubuhnya. Namun alangkah mengejutkan, ternyata ia telah meninggal dunia, semoga Allah merahmatinya.

Bila ia saja seperti itu, bagaimana dengan orang yang setiap hari melakukan sepuluh ribu dosa..??

📚[An-Nawadir. Hal. 57]



359} Kajian 59 kitab an-Nawadir: "Keutamaan cinta melihat Allah Swt"

Oleh:[Ishadi al-Asyi]

HIKAHAH YANG KE-LIMA PULUH SEMBILAN: {"KEUTAMAAN CINTA MELIHAT ALLAH SWT"}

الحكاية التاسعة والخمسون : في فضل حب رؤية الله تعالى

حكى : أنه كان لحارثة بن أبي أوفى جار نصراني فمرض النصراني مرض الموت ، فعاده حارثة وقال له : أسلم وعلي أن أضمن لك الجنة ، فإن الجنة لا نظير لها ، وفيها الحور العين التي صفتها كذا ، وفيها القصور التي صفتها كذا . فقال النصراني : أريد أفضل من هذا ، قال : أسلم وعلى أن أضمن لك رؤية الله في الجنة ، فقال : الآن أسلم إذ ليس شيء أفضل من الرؤية ، فأسلم ثم مات فرآه حارثة في المنام على مرکب في الجنة ، فقال له : أنت فلان ؟ قال : نعم ، قال : فما فعل الله بك ؟ قال : لماخرجت روحي ذهب بها إلى العرش ، فقال لي الله عز وجل : آمنت بي شوقا إلى لقائي ، فلك الرضاء واللقاء . فقال حارثة : الحمد لله على ما من به عليك .


Diceritakan: Harits bin Abi Aufa mempunyai seorang tetangga Nasrani. suatu hari orang Nasrani itu sakit keras, lalu Harits bin Abi Aufa menjenguk tetangganya itu.

"Masuklah ke dalam agama Islam, dan aku berani menanggung surga bagimu. Sesungguhnya surga itu tidak ada persamaan. Di sana terdapat bidadari cantik dan juga terdapat istana² mewah."

Orang Nasrani itu berkata: “Aku menginginkan lebih dari ini."

"Masuklah ke dalam agama Islam. Aku jamin kamu dapat melihat Allah Swt di surga," kata Harits bin Abi Aufa.

"Sekarang aku memeluk agama islam, sebab tidak ada sesuatu pun yang lebih utama daripada melihat Allah Swt."

Setelah masuk islam, orang Nasrani itu meninggal dunia. Kemudian Harits bin Abi Aufa bermimpi bertemu dengannya menaiki suatu kendaraan di surga.

"Apakah kamu si fulan..??" tanya Harits bin Abi Aufa.

"Benar," jawabnya.

"Apa yang dilakukan Allah Swt kepadamu..??".

"Tatkala ruhku keluar dari jasadku, Allah Swt membawanya ke 'Arasy. Kemudian Allah Swt berkata kepadaku: "Engkau beriman kepadaKu karena rindu bertemu denganKu. Maka engkau mendapat ridha dan pertemuan denganKu," jelasnya. "Alhamdulillah, atas segala pemberianNya kepadamu," ujar Harits bin Abi Aufa.

📚[An-Nawadir. Hal. 56_57]




358} Kajian 58 kitab an-Nawadir: "Keutamaan mengucapkan; Laa haula walaa quwwata illaa billaah (hauqalah)"

Oleh:[Ishadi al-Asyi]

HIKAYAH YANG KE-LIMA PULUH DELAPAN: {"KEUTAMAAN MENGUCAPKAN HAUQALAH (LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAH)"}

الحكاية الثامنة والخمسون : في فضل لاحول ولا قوة إلا بالله
حکی : أن الخليفة المأمون صادر رجلا نصرانيا في خمسمائة درهم وأرسل إليه فارسا فنظر في الطريق رجلا معه وقر حشیش ، وكان قد مال حمله فسواه من جانب فمال إلى الجانب الآخر . فقال : لا حول ولا قوة إلا بالله ، فاستعظم النصراني هذه الكلمة ، فقال له الفارس : حيث عظمت هذه الكلمة فلم لم تؤمن بالله تعالى ؟ فقال النصراني : قد تعلمتها من ملائكة السماء ، فتعجب الفارس من كلامه . فلما قدم إلى الخليفة أخبره بما رأى من النصراني ، فقال له الخليفة : كيف تعلمت هذه من الملائكة ؟ فقال : كان لي عم موسر وله بنت حسناء فخطبتها فلم يزوجني بها وزوجها من غيري فلما كان ليلة الزفاف ات زوحها ، ثم خطبتها فلم يزوحني بها وزوجها برجل فمات ليلة الزفاف ثم فعل مع ثالث كذلك ، ثم خطبتها رابعا فزوجني بها لرغبة غيري عنها ، فلما خلوت بها استقبلني الشيطان مثل قطعة جبل وصاح على صيحة وقال : أين تدخل ؟ قلت : على أهلي . فقال : أما علمت ما فعلت بأولئك القوم ؟ قلت : بلى ، قال : إن رضيت أن تكون هذه المرأة لي بالليل ولك بالنهار ، وإلا قتلتك فقلت : قد رضيت ، فمضى على ذلك مدة ، ثم في ليلة من الليالي قال لي : إني أريد أن أذهب الليلة إلى السماء لأسترق السمع وهذه نوبتي ، فهل توافقني للصعود معي ؟ فقلت له : نعم ، فتحول الشيطان مثل الجمل وقال : اركبني و تشدد ، فركبته وطار في الهواء فسمعت الملائكة يقولون : لا حول ولا قوة إلا بالله ، فلما سمع الشيطان هذه المقالة انقلب وسقط كالميت وسقطت أنا قريبا منه ، فلما كان بعد ساعة أفاق وقال : غمض طرفك ، فغمضته فإذا أنا على باب داري ، فلما خلوت بامرأتي قلت لها : سدی کل ٹقب و كوة في هذا البيت فسدتها كلها ، فلما أتى الشيطان عشاء ودخل البيت أغلقت الباب ووضعت فمي على الباب وقلت : لا حول ولا قوة إلا بالله ، فسمعت في البيت جلبة شديدة ثم قلتها ثانيا وثالثا ، فنادتني امرأتي : ادخل فدخلت فقالت لي : لما قلتها أول مرة أخذ الشيطان يطلب منفذا ليهرب منه فلم يجد ، فلما قلتها ثانيا نزلت نار من السماء فأحاطت به ، فلما قلتها ثالثا أحرقته فصار رمادا ، وقد خلصنا الله تعالی من ذلك اللعين ، فلما سمع المأمون ذلك منه أطلقه ووهب له ما كان صادره فيه من الدراهم المذكورة ، والله أعلم .

Diceritakan: suatu hari Khalifah Al-Makmun merampas harta sejumlah lima ratus dirham dari tangan seorang Nasrani. Kemudian sang khalifah mengirim seorang utusan penunggang kuda untuk memanggil si Nasrani tersebut. Di tengah perjalanan, saat membawa si Nasrani menuju istana, utusan khalifah melihat seseorang yang memikul rumput. Ia melihat rumput yang dibawa orang itu dalam posisi miring. Sehingga ia membantu meluruskan dari satu sisi. Akan tetapi satu pikul rumput tersebut miring ke arah yang lain. Sambil memperbaiki kembali, utusan khalifah berkata: "Laa haula walaa quwwata illaa billaah."
Mendengar ucapan yang keluar dari mulut utusan khalifah yang menjemputnya, si Nasrani mengagungkan kalimat tersebut, lalu utusan khalifah berkata:
"Sekiranya engkau mengagungkan kalimat itu, tapi mengapa engkau tidak beriman kepada Allah Swt..??" tanya utusan khalifah.
"Aku mempelajarinya dari malaikat langit," jawab si Nasrani. Utusan khalifah kagum mendengar jawabannya. Ketika utusan bersama si Nasrani sampai di istana dan menemui khalifah, utusan itu menceritakan peristiwa yang mereka alami di tengah perjalanan, yaitu kejadian yang dilihat pada si Nasrani. Lalu khalifah bertanya:
"Bagaimana engkau belajar kalimat tersebut dari malaikat..??"
"Aku mempunyai seorang paman yang kaya, dan ia mempunyai anak perempuan yang cantik jelita. Aku melamarnya, namun paman tidak menikahkannya denganku, malah dengan yang lain. Lalu pada malam pertama dari pernikahan tersebut suaminya mati.
Kemudian aku melamarnya lagi sama seperti yang pertama, paman tidak menikahkannya dengan aku, akan tetapi menikahkannya dengan yang lain. Lalu pada malam pertama suaminya kedua mati. Kemudian paman tetap melakukan itu kepada laki² ketiga, akan tetapi kematian suami ketiga juga terjadi. Untuk keempat kalinya, aku datang melamar putri pamanku. Akhirnya paman menikahkan putrinya kepadaku, itu pun karena bencinya orang² selain diriku menikahinya. Ketika aku bersamanya di dalam kamar, setan datang kepadaku seperti satu potong gunung, dan berteriak sangat keras. Ia berkata:
"Dari mana sehingga engkau masuk..??".
Aku menjawab: "Aku suaminya, masuk ke dalam ruangan ini karena ia istriku. Setan itu melanjutkan, Tidakkah engkau mengetahui apa yang aku lakukan kepada orang² sebelummu..??".
Aku menjawab: "Ya", aku mengetahuinya.
la berkata lagi: "Apabila engkau rela, perempuan ini menjadi milikku pada malam hari dan menjadi milikmu pada siang hari, dan engkau tidak apa². Namun apabila engkau menolaknya, aku akan membunuhmu. Aku menjawab: "Ya" aku rela. Akhirnya hal ini berjalan dalam beberapa waktu.
"Pada suatu malam, setan tersebut berkata kepadaku: "Pada malam ini, aku hendak pergi ke langit untuk mencuri informasi. Ini adalah kesempatanku. Apakah engkau setuju ikut bersamaku naik ke langit..??" Aku menjawab; "Ya". Kemudian setan tersebut berubah menjadi seekor unta dan berkata; "Naiklah dan pegangan yang erat," lalu aku menaikinya dan terbang ke langit bersamanya. Di langit aku mendengar malaikat membaca: "Laa haula walaa quwwata illaa billaah". Tatkala setan mendengar kalimat tersebut, ia memalingkan tubuhnya dan terjatuh seolah mati. Demikian juga aku terjatuh dekat dengannya. Beberapa waktu kemudian, ia sadar dan berkata: "Pejamkan matamu, Aku pun memejamkan mataku. Tiba² aku berada di depan rumah. Ketika aku bersama istriku, aku berkata kepadanya: "Tutuplah semua lubang di rumah ini". Setelah semua lubang tertutup, setan yang biasa datang pada malam hari itu datang ke rumahku pada waktu 'isya dan ia masuk ke dalam rumah. Aku mengunci pintu rumah dan meletakkan mulutku pada pintu tersebut. Lalu aku berkata: "Laa haula walaa quwwata illaa billaah". Setelah ucapan tersebut, aku mendengar suara gemuruh di dalam rumah. Aku mengucapkan kalimat tersebut untuk kedua dan ketiga. Kemudian istriku memanggil; "Masuklah ke dalam".
"Di dalam rumah, istriku berkata: "Ketika engkau mengucapkan kalimat itu pertama, setan bingung mencari lubang untuk melarikan diri, akan tetapi ia tidak menemukannya. Ketika engkau mengucapkan kalimat itu kedua, sebuah api turun dari langit mengelilinginya. Ketika engkau mengucapkan kalimat itu ketiga, api tersebut membakarnya hingga menjadi debu. Allah Swt membebaskan kita dari setan terlaknat itu."
Selesai mendengar penjelasan si Nasrani, khalifah pun melepaskannya dan memberikan kembali harta yang telah dirampas darinya.
Wallaahu 'alam.
📚[An-Nawadir. Hal. 55_56]



646} Hukum Menikahi Lima Orang Wanita Berturut-turut Dan Mengawini Dua Orang Wanita Dalam Satu Aqad Yang Satu Sama lainnya Ada Hubungan Mahram

PERTANYAAN: Assalamualaikum Wr Wb Bagaimana hukum seorang lelaki menikahi lima orang wanita berturut2, dan laki2 mengawini dua orang wanita ...