Jumat, 23 Oktober 2020

364} Kajian 64 kitab an-Nawadir: "Mendahulukan taat daripada Dunia"

 Oleh:[Ishadi al-Asyi]


HIKAYAH YANG KE-ENAM PULUH EMPAT: "MENDAHULUKAN TAAT DARIPADA DUNIA"


الحكاية الرابعة والستون : في تقديم الطاعة على الدنيا

حكي : أن حامدا اللفاف رضي الله عنه أراد الذهاب إلى الجمعة وقد ضل حماره ودقيقه في الطاحون ودخل نوبة سقي أرضه فتفكر في نفسه وقال : إن ذهبت إلى الجمعة فاتتني هذه الأعمال ، ثم قال : عمل الآخرة أولى ، فذهب إلى الجمعة . فلما رجع وجد أرضه قد سقیت وحماره في الإصطبل و أمرأته تخبز ، فسأل امرأته فقالت له : أما الحمار فقد سمعت قرع الباب فخرجت فإذا الحمار يعدو والأسد خلفه ، فلما فتحت الباب دخل الحمار الدار ، وأما الأرض فإن الملاصق لأرضنا أراد سقي أرضه فنام فانفجر الماء فسقي أرضنا ، وأما الدقيق فإنه كان لجارنا دقيق في الطاحون ، فذهب ليأتي به فغلط فحمل جوالقنا ، فلما جاء إلى بيته عرفه فدفعه لنا ، فرفع حامد رأسه إلى السماء وقال : يا رب قضيت لك حاجة فقضيت لي ثلاث حاجات فلك الحمد .


Diceritakan: Bahwasanya Hamid al-Lafaf Radhiyallahu 'anh hendak pergi melaksanakan shalat Jum'at, akan tetapi keledai tunggangannya hilang. Bukan hanya itu, tepung yang berada di tempat penggilingannya juga hilang. Setelah kehilangan harta itu, ia mau menyirami tanahnya, namun di dalam hatinya berkata: "Apabila aku pergi menunaikan shalat Jum'at, maka pekerjaan² ini pasti luput. Akan tetapi amal akhirat lebih utama daripada yang lainnya."

Akhirnnya Hamid al-Lafaf pergi shalat Jum'at. Tatkala sampainya di rumah setelah shalat Jum'at, ia mengetahui tanahnya telah disirami air, keledainya berada di kandang, dan istrinya selesai membuat roti. Kemudian ia pun bertanya kepada istrinya. Si istri menjawab: "Adapun keledai, aku mendengar dari ketukan pintu. Lalu aku keluar dan mendapati keledai dari kejaran harimau. Maka aku buka pintu hingga keledai masuk ke dalam rumah. Sedangkan tanah, pohon nangka yang berada di sekitar tanah kita menginginkan tanahnya disirami. Setelah itu, pohon itu memancarkan air hingga membasahi tanah kita.

Dan adapun tepung, tetangga kita mempunyai tepung yang ditaruh juga di penggilingan. Ia pergi membawanya. Akan tetapi ia salah mengambil karung kita. Ketika sampai di rumah, ia tahu bahwa ia salah mengambil. Lalu ia mengembalikannya kepada kita."

Mendengar penjelasan si istri, Hamid al-Lafaf menengadah ke langit dan berkata: "Wahai Tuhanku, aku telah menunaikan kewajiban kepadaMu, dan Engkau memberikan aku tiga kebutuhan. Hanya bagiMu segala puji."

📚[An-Nawadir. Hal. 59]



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

646} Hukum Menikahi Lima Orang Wanita Berturut-turut Dan Mengawini Dua Orang Wanita Dalam Satu Aqad Yang Satu Sama lainnya Ada Hubungan Mahram

PERTANYAAN: Assalamualaikum Wr Wb Bagaimana hukum seorang lelaki menikahi lima orang wanita berturut2, dan laki2 mengawini dua orang wanita ...