Selasa, 20 April 2021

644} Kisah Seorang Budak Laki² Yang Jatuh Cinta Kepada Budak Perempuan. Kajian 344 Kitab an-Nawadir

Dikisahkan: seorang budak laki² dan budak perempuan belajar di suatu tempat. Si budak laki² jatuh cinta kepada budak perempuan. Ia sangat mencintainya. Keduanya sangat bagus dan cantik. Budak laki² sering merayunya hingga ia dekat sekali dengannya.

Suatu hari budak laki² menulis sesuatu pada ikat pinggang budak perempuan:


Apa pendapatmu tentang orang yang sedang sakit

Sebab begitu mencintaimu hingga kebingungan

la mengadukan kerinduannya karena senang dan sakit

la tidak mampu menyimpan hatinya


Setelah itu, budak perempuan mengambil ikat pinggangnya, dan melihat tulisan itu. Lalu ia menjawabnya dengan tulisan di ikat pinggangnya juga:


Ketika kami melihat seorang pencinta yang membahayakan diri

Kerinduan mendalam atau kelembutannya

Tujuan kami sampai pada cintanya

Meskipun cinta kita akan banyak yang mencegahnya 


Seorang alim masuk menemui mereka. Ia menemukan tulisan pada ikat pinggang itu. Ia merasa kasihan kepada mereka. Lalu pada ikat pinggang itu, si alim menulis:


Temuilah kekasihmu, jangan takut kepada siapa pun

Dan temuilah orang yang sakit karena cinta dan bingung

Adapun kepada al-faqih, janganlah takut kepada wibawanya

Sebab ia telah diuji dalam rindu selama beberapa zaman


Tiba² setelah itu, Tuan budak perempuan datang pada jam yang sama. Ia menemukan ikat pinggangnya. Ia mengambil, dan membaca tulisan budak laki², budaknya sendiri, dan si faqih. Lalu ia menulis di bawahnya:


Allah tidak akan memisahkan kalian selamanya

Kerinduan kalian telah membuat kalian bingung dan capek

Adapun faqih, demi Allah, aku tidak pernah melihat

Dengan kedua mataku orang yang lebih rakus darinya


Setelah itu, ia mengutus seseorang pergi ke hakim dengan beberapa saksi. Ia menetapkan pernikahan antara budak perempuan atas budak laki² di majelis tersebut. Lalu walimah dilangsungkan oleh tuannya dengan baik.

Sebagian mengirim surat kepada temannya:


"Amma ba'du. Orang² menceritakan perbuatanmu,

akan tetapi engkau tidak memuliakan perkataanmu.

Malulah kamu kepada Allah Swt dengan kadar kedekatan-Nya kepadamu. Dan takutlah kepada-Nya dengan kadar kuasa-Nya kepadamu. Wassalaam."


Aku meminta ampunan kepada Allah Yang Maha Agung dan bertaubat kepada-Nya.

📚[An-Nawadir. Hal. 222_223]



Ishadi al-Asyi (Santri Aceh)




Senin, 19 April 2021

643} Kisah Seorang Laki² Yang Membawa Botol Khamar Ketika Datang Kepada Seorang Pemimpin. Kajian 343 Kitab an-Nawadir


حكي : أنه أتى إلى أمير برجل ومعه آنية الخمر ، فقال : حدوه حد الشراب ، فقال له : لماذا يا أيها الأمير ؟ فقال : لأن معك آلة الخمر ، فقال : حدني حد الزنا أيضا ، فقال : لماذا ؟ فقال : لأن معي آلة الزنا ، فضحك منه الأمير وقال : خلوا سبيله .


Dikisahkan: seorang laki² yang membawa botol khamar datang kepada seorang pemimpin. Pemimpin itu berkata: "Hukumlah ia dengan hukuman peminum."

Ia menjawab: "Mengapa, wahai Amirul Mukminin..??"

"Sebab engkau membawa alat khamar."

"Kalau begitu, hukumlah aku dengan had zina juga."

"Memang mengapa..??" tanya pemimpin.

"Sebab aku membawa alat zina," jawab laki² itu.

Pemimpin itu langsung tertawa mendengar jawabannya, dan membebaskan laki² tersebut.

📚[An-Nawadir. Hal. 222]


Ishadi al-Asyi (Santri Aceh)


642} Kisah Abu Nawas Ketika Melewati Tempat Belajar Yang Di Dalamnya Banyak Anak². Kajian 342 Kitab an-Nawadir

Dikisahkan: suatu hari, Abu Nawas berjalan melewati tempat belajar yang di dalamnya terdapat banyak anak². Ia mendengar seorang anak berkata kepada gurunya:

"Apa yang dikehendaki Abu Nawas dengan kata²nya:


"Ingatlah, tuangkan khamar kepadaku dan katakan itu adalah khamar

Jangan menuangkan kepadaku kesamaran ketika mungkin menerangkannya"


Gurunya menjawab: "Aku tidak tahu."

Anak kecil itu menjawab sendiri, "Dengan kata² itu, ia menghendaki menyempurnakan panca indra yang lima. Sebab jika ia meminumnya, penglihatan, sentuhan, bau, dan rasa akan dihasilkan. Hal ini diambil dari kata: Ingatlah, tuangkan khamar kepadaku. Namun indra pendengaran menjadi tidak terpakai. Ketika ia berkata: Katakan kepadaku itu adalah khamar. Maka telinganya bersiap² mendengar dengan penyebutannya. Sehingga sempurnalah indranya."

Lalu Abu Nawas berkata: "Engkau telah memberikan pemahaman kepadaku tentang syairku, padahal aku memahaminya."

Suatu hari, Harun ar-Rasyid memerintahkan agar Abu Nawas tidak dibunuh.

Abu Nawas pun berkata: "Wahai Amirul Mukminin, apakah engkau membunuhku karena syahwat atau menunaikan hak..?? Sebab Allah Swt akan menghisab, kemudian mengampuni, dan menyiksa. Maka dengan alasan apa engkau hendak membunuhku..??"

"Sebab kata²mu: Ingatlah, tuangkan khamar kepadaku dan katakan itu adalah khamar."

"Wahai Amirul Mukminin, apakah engkau mengetahui, ia memberiku minum khamar..??" tanya Abu Nawas

"Aku kira demikian," jawab Harun ar-Rasyid.

"Apakah engkau akan membunuhku berdasarkan prasangka..??" tanya Abu Nawas.

"Engkau berhak dibunuh karena engkau telah melalaikan Tuhan:

Tidak ada seorang pun memberi tahu bahwa

Seseorang di surga semenjak mati atau di neraka."


Abu Nawas menjawab: "Apakah seseorang datang kepada kami, wahai Amirul Mukminin..??"

Harun ar-Rasyid berkata: "Engkau berhak dibunuh dengan kata²mu:


Wahai Ahmad yang diharapkan dalam setiap musibah

Berdirilah, wahai Tuanku, kami bermaksiat kepada Tuhan penguasa."


Abu Nawas berkata: "Wahai Amirul Mukminin, apakah perkataan menjadi perbuatan..??"

"Tidak."

"Apakah engkau akan membunuhku atas tuduhan yang tidak engkau ketahui..??"

"Tinggalkan kalam ini. Sebab engkau mengaku di banyak tempat telah melakukan sesuatu yang mengharuskan dibunuh, yaitu zina."

"Allah Swt mengetahui ini sebelum Amirul Mukminin, aku berkata sesuatu yang tidak aku lakukan, sebagaimana kata sebagian orang:


"Kami adalah orang² yang didatangkan kitab memberi kabar

Mengenai jiwa yang bersih dan lisan yang fasik."


Mendengar hal itu, Harun ar-Rasyid tertawa, dan melepaskan Abu Nawas.

📚[An-Nawadir. Hal. 221_222]



Ishadi al_Asyi (Santri Aceh)





641} Kisah Seorang Anak Yang Minum Khamar Mencerca Ayahnya. Kajian 341 Kitab an-Nawadir

Dikisahkan: ada seseorang minum khamar secara sembunyi². Ia sebenarnya ditahan oleh orang tuanya. Namun orang tuanya mendapat kabar dari seseorang tentang anaknya. Akhirnya orang tua itu mengikutinya hingga bertemu dengannya yang sedang makan ayam dan minum khamar.

"Apa ini..??" tanya orang tuanya.

"Susu," jawab sang anak.

"Susu bagaimana..?? Ini berwarna merah, sementara susu berwarna putih," tanya sang ayah.

"Engkau benar, susu berwarna putih. Akan tetapi, ketika melihatmu, ia malu dan menjadi merah. Dan Allah Swt melaknat orang yang tidak malu," bantah si anak.

Orang tuanya berkata: "Engkau malah mencercaku."

Setelah itu, orang tuanya pulang.


Berdasarkan kisah tersebut, sebagian berkata: Aku mengambil air dalam suatu wadah, maka datang kepadaku

Budak hendak mengambilnya, maka aku mengikatnya sebagai pencegahan

la berkata air murni hanya akan bersinar

Engkau melihatnya memabukkan, maka engkau menyangka khamar

📚[An-Nawadir. Hal. 221]


Ishadi al_Asyi (Santri Aceh)



640} Kisah al-Ashmu'i Dan Beberapa Orang Arab Ketika Menghadiri Undangan Pada Suatu Jamuan Makanan. Kajian 340 Kitab an-Nawadir

Al-Ashmu'i menuturkan:

Orang² Arab mengundangku pada suatu jamuan makanan. Aku menerimanya dan dengan segera aku bergegas. Aku masuk ke dalam ruang tamu dengan pelan. Belum sempat aku duduk, beberapa orang Arab masuk menyerobot. Bersama mereka, ada seorang pemuda gemuk. Barangkali lebih berat dia daripada unta. Ia duduk dan mengambil banyak tempat. Ia makan dengan lima jari sekaligus. Ia mengambil makanan dengan lengannya. Sementara sisa makanan berceceran. Ia membawa sapu tangan yang ia gunakan untuk mengusap tangannya. Lalu terlihat ia mulai ngantuk setelah makan. Ia membuka mulutnya sambil memejamkan mata. Aku berkata kepadanya:


"Seolah² engkau biji di tanah tandus

Yang disiram oleh hujan lebat."


Ia menoleh kepadaku, dan berpikir sejenak. Setelah itu, ia berkata: "Pertanyaannya betina, tetapi jawabannya jantan."


Seolah² engkau kudis di pantat kambing

Yang digantung, sementara kambing itu berjalan.


Al-Ashmu'i menceritakan:

Aku hendak menertawakan orang² Arab itu dengan si gendut, akan tetapi mereka malah menertawakanku. Lalu aku berkata kepadanya: "Wahai saudara Arab, apakah engkau mengetahui suatu syair atau maknanya..??"

"Bagaimana tidak! Sedangkan aku seperti ibu dan bapaknya?"

"Aku mendengar satu bait syair, apakah engkau mengetahui bait keduanya?" tanyaku.

"Tentang apa?" tanya mereka.

Aku berpikir untuk mencari syair. Maka aku menemukan sebuah syair yang sangat sulit, sebab selalu diakhiri dengan wawu mati. Aku bersyair:


Suatu kaum dengan kenikmatan yang kami janjikan

Allah menuangkan mereka dari suatu Nuw


Ia berkata kepadaku: "Tidakkah engkau tahu Nuw itu apa?"

"Tidak," jawabku.


Nuw bersinar pada gelap malam

Yang begitu gelap, seandainya (lau)


"Engkau berkata: lau apa?"

Ia menjawab:

"Seandainya di sana seorang penunggang kuda berjalan niscaya pulang

Di atas hamparan bumi sambil menjauh (manthuw)."


Aku berkata: "Apa manthuw?"

Ia menjawab:

"Berpaling darinya dengan melipat badan

Seperti burung alap² turun dari langit (al-Jaww)."


Aku berkata kepadanya: "Jaww apa?"

Ia menjawab:

"Mendung langit dan angin turun dengannya

Angin bumi mengalir, maka naiklah (fa'luw)."


Aku berkata kepadanya: "U'luw apa?"

Ia menjawab:

"Naiklah ketika dikalahkan dari sabarnya

la seperti kaum yang memberi kabar kematian (yan'uw)."


Aku berkata kepadanya: "Yan'uw apa?"

la menjawab:

"Mereka memberi kabar kematian tentang laki² yang ditetapkan

Cukuplah dengan apa yang mereka temui dan melemparkan (yalquw)."


Aku berkata kepadanya: "Yalquw apa?"

Ia menjawab:

"Mereka melempar dengan pedang kanannya

Dan dari sedikit mereka akan sirna (yafnuw)"


Maka aku mengetahui bahwa tidak ada sesuatu setelah fana'. Akan tetapi aku ingin menyebutkan lebih berat lagi kepadanya.

Maka aku berkata: "Yafnuw apa?"

Ia menjawab:

"Apabila engkau tidak paham apa yang aku katakan

Maka engkau adalah seorang laki² (buw)."


"Buw apa?"

Ia menjawab:

"Orang bodoh yang asing yang dikelupas kulitnya

Apakah engkau akan berdiri wahai seribu tanduk atau (auw)"


"Auw apa?"

Ia menjawab:

"Atau aku memukul kepalamu dengan batu keras

Engkau berkata aku memukulnya, maka kuatkanlah (quw)."


"Quw apa?"

Ia menjawab:

"Kekuatan di kepala mempunyai tiupan

Yang menjelaskan orang yang kemasukan sinar (dhauw)."


Aku takut berkata Dhauw apa? Sebab ia akan memukulku dengan batu keras. Ia menutup itu dengan suatu bait dan menjadikan suara pukulan sebagai akhir sajak. Aku berkata kepadanya, "Wahai saudara Arab, maukah engkau menjadi tamuku? Aku hendak mengalahkanmu."

"Seorang tidak akan menolak kemuliaan, kecuali orang yang rendah diri."

Lalu aku mengajaknya ke rumahku. Aku berkata kepada istriku agar membuatkan ayam bagi kami. Istriku membuatnya, dan menghidangkan kepada kami. Aku duduk bersama anak²ku dan istriku. Aku berkata kepadanya, "Bagilah ayam itu kepada kami."

Ia memotong kepalanya untukku, dan berkata: "Kepala untuk kepala keluarga."

Kemudian ia memotong dua sayap, dan berkata: "Dua anak laki², dua sayap."

Kemudian ia memotong dua paha, dan berkata: "Dua anak perempuan, dua paha."

Kemudian ia memotong pantat ayam, dan berkata: "Ekor ayam (al-a'jzu) untuk si tua (al-'ajuz)."

Kemudian ia memotong² lagi sisa ayam, dan berkata: "Sisanya (az-zawaid), untuk pengunjung (az-zair)."

la memakannya, dan tidak memberikan sama sekali kepada kami, kecuali sedikit itu. Lalu aku meminta istriku agar membuatkan memasakkan lima potong ayam. Ia melakukannya, dan menyuguhkannya sekaligus. Dalam hati, aku akan mengalahkannya.

Aku berkata kepadanya: "Bagilah ayam ini!"

"Engkau ingin genap atau ganjil?"

"Allah Swt menyukai ganjil."

Kemudian ia berkata: "Engkau, istrimu, dan seekor ayam adalah ganjil. Dua anak dan satu ayam adalah ganjil. Dua anak perempuan dan seekor ayam adalah ganjil. Dan aku dan dua ayam adalah ganjil."

Kemudian aku berkata kepadanya: "Aku tidak rela dengan pembagian ini."

"Sepertinya, tadi engkau menghendaki ganjil?" jawabnya.

"Ya," jawabku.

Kemudian ia berkata lagi: "Engkau, dua anakmu, dan seekor ayam adalah genap. Istrimu, dua anak putrimu, dan seekor ayam adalah genap. Aku dan tiga ekor ayam adalah genap. Demi Allah Swt, aku tidak mengusai pembagian ini."

Ia telah mengalahkanku dalam syair dan makan ayam.

📚[An-Nawadir. Hal. 218_221]





Ishadi al_Asyi (Santri Aceh)








639} Tulislah Lafadz Ini Apabila Ada Orang Yang Menzhaliminya. Kajian 339 Kitab an-Nawadir


(فائدة : رؤيت في المنام وجربت فصحت) وهي إذا ظلمك أحد فاكتب في ورقة مربعة هد هد هد هد كل واحدة في ركن من أركان الورقة ، وتحت كل : اللهم أهد روامح الظالم لعبدك فلان بن فلان الذي كان سببا لايجاده يارب عباده و ۲ و ۳ و ٤ كذلك ، ثم تقطع الورقة نصفين وتلقيها في البحر فإنك ترى عجبا والله أعلم .


Aku bermimpi. Aku mencobanya dan ternyata benar. Yaitu, apabila seseorang menzhalimimu, maka tulislah pada kertas persegi empat kalimat:


هد هد هد هد


Masing² dituliskan di pojok kertas. Lalu di bawah masing kata di atas ditulis:


اللهم أهد روامح الظالم لعبدك فلان بْن فلان الذي كان سببا لايجاده يارب عباده


Kemudian kertas tersebut dipotong menjadi dua dan dilemparkan ke laut. Maka engkau akan melihat keajaibannya.

📚[An-Nawadir. Hal. 218]


Ishadi al_Asyi (Santri Aceh)


638} Jawaban Cedas Sayyidina Ali Ketika Ditanya Pendeta Yahudi. Kajian 338 Kitab an-Nawadir

JAWABAN CERDAS SAYYIDINA ALI KETIKA DITANYA PENDETA YAHUDI


Para pendeta Yahudi bertanya kepada Imam Ali Ra: "Beri tahu kami tentang langit, dan apa yang lebih besar darinya..?? Tentang bumi, dan apa yang lebih luas darinya..?? Tentang neraka, dan apa yang lebih panas darinya..?? Tentang angin, dan apa yang lebih cepat darinya..?? Tentang lautan, dan apa yang lebih kaya darinya..?? Tentang batu, dan apa yang lebih keras darinya..?? Tentang sesuatu yang diketahui oleh kita, tetapi tidak diketahui oleh Allah Swt..?? Tentang sesuatu yang mana ia adalah Allah Swt..?? Tentang sesuatu yang mana ia adalah milik kita..?? Tentang sesuatu yang mana ia ada di antara kita dan Allah Swt..??

"Beri tahu juga tentang ringkikan kuda..?? Unta dengan suaranya..?? Sapi dengan lenguhannya..?? Keledai dengan ringkikannya..?? Kambing dengan embekannya..?? Anjing dengan gonggongannya..?? Serigala dengan lolongannya..?? Kucing dengan meongnya..?? Singa dengan aumannya..?? Elang dengan pekiknya..?? Burung gagak dengan suaranya..?? Rajawali dengan deringnya...? Merpati dengan suaranya..?? Katak dengan nyanyiannya..?? Burung hud-hud dengan suaranya..?? Burung nuri dengan ocehannya..?? Burung pipit dengan cicitannya..?? Burung bulbul dengan siulannya..?? Ayam jantan dengan kokokannya..?? Ayam betina dengan suaranya..??

"Beri tahu kami apa yang dimaksud dengan gemuruh api..?? Desiran angin..?? Gelombang air..?? Kalamnya bumi..?? Mendung langit..?? Ombak laut..?? Cahaya matahari..?? Dan Sinar bulan..??

"Beri tahu kami juga tentang Muhammad, berapa nama yang ia punya..?? Mengapa al-Qur'an dinamakan al-Qur'an..?? Berapa jumlah hewan yang berubah bentuknya..?? Mengapa demikian..?? Apabila engkau memberikan jawaban kepada kami, kami mengakui kalian benar. Apabila tidak, kami mengakui kalian berada dalam kesesatan."

Kemudian Imam Ali berkata kepada mereka: "Kami mempunyai enam puluh bab ilmu. Masing² membutuhkan seribu pembawa kertas. Maka bertanyalah kalian tentangnya, terserah kalian. Sebab jawaban bagi kami lebih mudah. Dan tidak ada daya dan kekuatan selain Allah Yang Maha Tinggi dan Agung.

Setelah itu, Sayyidina Ali menjawab dengan cepat, "Sesuatu yang lebin besar daripada langit adalah dosa kepada Pencipta. Sesuatu yang lebih luas daripada bumi adalah kebenaran. Sesuatu yang lebih panas daripada api adalah hati seseorang yang berhasrat mengumpulkan harta. Sesuatu yang lebih cepat dari angin adalah doa orang yang dizhalimi. Sesuatu yang lebih kaya dari lautan adalah hati orang qanaah. Sesuatu yang lebih keras daripada batu adalah hati seorang penjahat. Sesuatu yang kita lihat dan tidak dilihat oleh Allah Swt adalah wajah orang kafir dan amalnya. Sesuatu yang menjadi milik Allah Swt adalah ruh. Sesuatu yang menjadi milik kita adalah amal kita. Dan sesuatu yang ada di antara kita dengan Allah Swt adalah doa dari kita dan ijabah dari-Nya.

"Adapun maksud kuda itu adalah: Ya Allah, muliakanlah orang Islam dan hinakanlah orang kafir."

"Maksud suara unta itu adalah: Sangat mengagumkan, bagi orang yang tidak mempunyai makanan, bagaimana mungkin bisa diam."

"Maksud suara sapi itu adalah: "Wahai orang lalai terhadap kematian, engkau begitu sibuk. Wahai orang lalai, engkau dari dekat pergi. Wahai orang lalai, segala sesuatu yang engkau berikan berhasil. Besok, engkau akan bertemu sesuatu yang engkau kerjakan."

"Maksud suara keledai itu adalah: "Ya Allah, laknatilah para perusak dan pekerjaannya."

"Maksud suara kambing itu adalah: "Wahai kematian, alangkah menyakitkan engkau. Wahai kematian, alangkah pedihnya engkau. Wahai anak Adam, alangkah lalainya engkau.

"Maksud suara anjing itu adalah: "Ya Allah, aku adalah makhluk yang terhalangi. Maka rahmatilah orang yang menyayangiku."

"Maksud suara serigala itu adalah: "Wahai Pembagi Rezeki, cukupkan bagiku mencari sesuatu yang Engkau bagi kepadaku."

"Adapun suara kucing itu adalah bacaan sepuluh ayat dari Taurat."

"Maksud suara singa itu adalah: "Wahai Dzat yang mempunyai kekuatan, kuasakan kepadaku atas orang yang bermaksiat kepada-Mu, di dalam terang maupun gelap."

"Maksud suara burung itu adalah: "Hiduplah sekehendakmu, sebab engkau akan mati! Kumpulkan harta sekehendakmu, sebab engkau akan meninggalkannya! Dan cintai sesuatu sekehendakmu, sebab engkau akan berpisah dengannya."

"Maksud suara gagak itu adalah: "Wahai semua umat, takutlah pada hilangnya nikmat. Wahai semua umat, takutlah pada turunnya siksa.

Maksud suara rajawali itu adalah: "Menjauhi manusia adalah kesenangan bagi orang yang berakal."

"Maksud suara merpati itu adalah: "Sambunglah orang yang memotong hubungan kalian! Maafkan orang yang menzhalimi kalian! Berikanlah orang yang menghalangi kalian! Dan bicaralah kepada orang yang meninggalkan kalian. Maka surga akan menjadi tempat tinggal kalian."

"Maksud suara katak itu adalah: "Maha Suci Dzat yang semua makhluk di lautan bertasbih kepada-Nya. Maha Suci Dzat yang semua di atas gunung bertasbih kepadanya. Maha Suci Dzat yang semua makhluk di padang pasir bertasbih kepada-Nya."

"Maksud suara hud-hud itu adalah: Tuhan, aku berbuat zhalim terhadap diriku sendiri. Maka, ampunilah aku. Sebab, tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau."

"Maksud suara nuri itu adalah: "Ajal telah dekat, amal telah hilang, dan amal telah dihasilkan.

"Maksud suara jambul itu adalah: "Ya Allah, laknatilah orang² yang dibenci Muhammad dan keluarganya.

"Maksud suara burung pipit itu adalah: "Wahai Dzat yang mengetahui rahasia dan bisikan, wahai Dzat yang membuka bahaya dan bala, kuasakan aku atas tanaman orang yang tidak menunaikan hak-Mu."

"Maksud suara burung bul-bul itu adalah: "Aku mengucapkan syukur atas nikmat-Nya. Sebab Dia yang memberikan kecukupan dunia."

"Maksud suara ayam jantan itu adalah: "Maha Suci Dzat Penguasa malaikat dan ruh. Ingatlah kepada Allah Swt, wahai orang² yang lalai.

"Maksud suara ayam betina itu adalah: "Ya Allah, Engkau Maha Benar dan janji-Mu benar."

"Adapun suara api itu maksudnya adalah: "Ya Allah, aku meminjam api Jahannam dari-Mu.

"Maksud suara angin itu adalah: Aku diperintahkan. Maka terlaknatlah orang yang mencercaku!"

"Maksud suara air itu adalah: "Maha Suci Dzat yang mana Dia adalah Dia. Maha Suci Dzat yang tidak mengetahui Dia, kecuali Dia.

"Maksud suara bumi adalah: Wahai anak Adam, engkau berjalan di punggungku dan tempat kembalimu adalah ke dalam perutku. Wahai anak Adam, engkau pergi di punggungku, kemudian belatung² akan memakanmu di dalam perutku."

"Maksud suara langit itu adalah: "Ya Allah, aku menyaksikan semua makhluk di bawahku."

"Maksud suara laut itu adalah: "Ya Allah, berilah izin aku menenggelamkan orang yang membencimu."

"Maksud suara matahari itu adalah: "Ya Allah, aku menyaksikan orang yang memperoleh cahayaku.

"Adapun nama² Muhammad berjumlah sepuluh. Pertama; Muhammad diambil dari nama-Nya Mahmud. Kedua; Ahmad, sebab kata Muhammad berasal dari masdar al-hamdu. Ketiga; al- Basyir, sebab beliau memberi tahu kabar gembira kepada orang² mukmin tentang surga. Keempat; an-Nadzir, sebab beliau menyampaikan ancaman kepada orang² kafır dengan neraka.

Kelima; Wahid, sebab orang² mengesakan Allah Swt karena dakwahnya. Keenam; Tsabit, sebab Allah Swt menetapkan Islam melaluinya. Ketujuh; Qasim, sebab Allah Swt membagi neraka dan surga pada hari kiamat dengannya. Kedelapan; al-Hasyir, sebab orang² digiring pada hari kiamat mengikuti jejaknya. Kesembilan; al-Mahi, sebab Allah Swt menghapus dosa orang² yang bertaubat dengannya. Kesepuluh; al-Mubayyidh, sebab Allah Swt memutihkan wajah orang² mukmin dengannya.

"Adapun nama al-Qur'an adalah: al-Qur'an karena ia menempati Taurat, Injil, dan Zabur dalam banyaknya bacaan dan makna.

"Adapun hewan yang bermetamorfosis dari anak Adam ada dua puluh sembilan, yaitu: gajah, beruang, kelinci, ular, kalajengking, babi, monyet, laba-laba, serigala, kepiting, kura², kumbang, bintang venus, kadal, larva, kelelawar, burung gagak, burung murai, burung merpati hutan, burung garuda, kutu busuk, burung pipit, tikus, burung hantu, serangga, landak, kucing, singa, dan biawak.

"Gajah berasal dari seorang laki² yang menjima' binatang ternak. Beruang adalah dari seseorang yang mengajak manusia menganggap dirinya lebih. Kelinci berasal dari perempuan yang tidak mandi selesai jinabat dan haidh. Kalajengking berasal dari seorang laki² yang menyebabkan orang lain bahaya karena lisannya. Babi adalah berasal dari kumpulan orang yang makan selama empat puluh hari dari suatu jamuan. Mereka berjumlah sembilan ratus orang. Kemudian mereka kufur terhadap nikmat makanan itu. Monyet berasal dari orang² yang meminta izin pada hari Sabtu. Mereka berjumlah lima puluh laki² Yahudi. Dan laba² berasal dari perempuan yang menyihir suaminya. Demikianlah, semua mempunyai asal-muasal."

📚[An-Nawadir. Hal. 215_218]





Ishadi al_Asyi (Santri Aceh)





646} Hukum Menikahi Lima Orang Wanita Berturut-turut Dan Mengawini Dua Orang Wanita Dalam Satu Aqad Yang Satu Sama lainnya Ada Hubungan Mahram

PERTANYAAN: Assalamualaikum Wr Wb Bagaimana hukum seorang lelaki menikahi lima orang wanita berturut2, dan laki2 mengawini dua orang wanita ...