Kamis, 10 Desember 2020

487} Sebab Terbunuhnya al-Mutanabbi, kajian 187 kitab an-Nawadir

Oleh:[Ishadi al-Asyi]


Hikayah yang ke-Seratus Lima Puluh Delapan: "Sebab Terbunuhnya al-Mutanabbi"


الحكاية الثامنة والخمسون بعد المائة : في سبب قتل المتنبي

(عزيزة) قيل : إن أبا الطيب المتنبي كان راجعا من بلاد فارس إلى بغداد بجائزة أجازه بها عضد الدولة ومعه جماعة من الفرسان ، فخرج عليه قطاع الطريق فهرب المتنبي منهم ، فقال له غلامه : أتهرب وأنت القائل في شعرك :

الخيل والليل والبيداء تعرفني • والسيف والرمح والقرطاس والقلم

فکر راجعا فقتل في سنة ثلاثمائة و أربع وخمسين فكان ذلك البيت سببا لقتله فلذلك استحسنوا قول الخطائي في العزلة :

أنست بوحدتي ولزمت بيتي • فدام الأنس لي ونما السرور

وأدبني الزمان فلا أبالي • هجرت فلا أزار ولا أزور

ولست بسائل ما دمت حيا • أسار الخيل أم ركب الأمير


(Kisah Langka) Dikatakan bahwa Abu Thayyib al-Mutanabbi suatu hari kembali dari Paris menuju Baghdad dengan membawa hadiah pemberian 'Adhdu ad-Daulah. Ia tidak sendirian, tetapi bersama beberapa orang penunggang kuda. Tiba² muncul begal di hadapannya. Al-Mutannabi lari dari mereka. Budaknya berkata:

"Mengapa engkau lari, padahal engkau berkata dalam syairmu:

Kuda, malam, dan hamparan tanah mengenaliku

Pedang, tombak, kertas, dan pena


Kemudian ia kembali dan terbunuh di tempat tersebut pada tahun 354 H. Bait di atas menjadi penyebab kematiannya. Oleh sebab itu, mereka membuat bait perkataan Al-Khaththa'i dalam suatu uzlah:


Aku senang dalam kesendirian dan menempati rumahku

Maka kesenangan kekal dan kebahagiaan terus bertambah

Zaman telah mengajariku, namun aku tidak peduli

Aku hijrah, tidak dikunjungi maupun mengunjungi

Selama aku hidup, aku tidak akan meminta

Apakah kuda itu berjalan, atau amir itu yang menaikinya

📚[An-Nawadir. Hal. 145_146]






Tidak ada komentar:

Posting Komentar