Rabu, 09 September 2020

342} Kajian 42 kitab an-Nawadir: "Mencegah durhaka kepada orang tua"

Oleh:[Ishadi al-Asyi]

HIKAYAH YANG KE-EMPAT PULUH DUA: {"MENCEGAH DURHAKA KEPADA ORANG TUA"}

الحكاية الثانية والأربعون : في الزجر عن عقوق الوالدين
حكى عن عطاء بن يسار : أن قوما سافروا ونزلوا في برية ، فسمعوا نهيق حمار متواترا فأسهرهم فانطلقوا ينظرون إليه ، وإذا هم ببيت من الشعر وفيه عجوز ، فقالوا لها : قد سمعنا نهيق حمار أسهرنا ولم نر عندك حمارا . فقالت له : ذلك ابني كان يقول لي : يا حمارة تعالي ويا حمارة اذهبي وهكذا ، فدعوت الله أن يصيره حمارا ، فلذلك لم يزل ينهق إلى الصباح في كل ليلة ، فقالوا لها : انطلقي بنا إليه لننظره ، فانطلقوا إليه وإذاهو في القبر وعنقه كعنق الحمار فلا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم

Diceritakan dari Atha' bin Yasar: bahwasanya ada sekelompok orang melakukan perjalanan dan mereka singgah di suatu tempat. Kemudian mereka mendengar suara keledai meringkik terus-menerus, dan membuat mereka tidak dapat tidur. Lalu mereka pun pergi melihatnya. Tiba² mereka melihat sebuah rumah dari kemah yang dalamnya terdapat perempuan lanjut usia.
"Kami mendengar suara keledai hingga kami tidak dapat tidur, namun kami tidak melihat seekor keledai pun di sekitar sini," kata mereka.
"Itu adalah suara anakku. Sebelumnya, ia memanggilku dengan panggilan: "Wahai keledai, kemari..!, Wahai keledai, pergilah..! Demikianlah! Maka aku berdoa kepada Allah Swt agar ia dijadikan keledai. Ia selalu bersuara seperti keledai setiap malam sampai pagi," ungkap si ibu.
"Ajaklah kami untuk melihatnya," pinta mereka. Si ibu mengajak mereka pergi ke suatu tempat. Ia berada di kuburan dan lehernya seperti leher keledai. Tiada daya dan kekuatan, kecuali milik Allah Yang Maha Tinggi dan Agung.
📚[An-Nawadir. Hal. 45]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar