Oleh:[Ishadi Al-Asyi]
HIKAYAH YANG KE-TIGA: {"MENUNAIKAN HAK 'IBADAH"}
والحكاية الثالثة : في أداء حق العبادة
و حكي : أن عابدا دخل في الصلاة ، فلما وصل إلى قوله "إياك نعبد" خطر بباله أنه عابد حقيقة ، فنودي في سره كذبت إنما تعبد الخلق ، فتاب واعتزل عن الناس ، ثم شرع في الصلاة ، فلما انتهى إلى " إياك نعبد " نودي كذبت إنما تعبد زوجتك فطلق امرأته ، ثم شرع في الصلاة ، فلما انتهى إلى " إياك نعبد " نودي كذبت إنما تعبد مالك فتصدق بمميعه ، ثم شرع في الصلاة ، فلما وصل إلى "إياك نعبد" نودي كذبت إنما تعبد ثيابك فتصدق بها إلا ما لا بد منه ، ثم شرع في الصلاة ، فلما وصل إلى " إياك نعبد " نودي أن صدقت فأنت من العابدین حقيقة.
Diceritakan: Seorang hamba mengerjakan shalat. Ketika sampai pada ayat; "Iyyaaka Na'budu wa Iyyaaka Nasta'iin" (Hanya kepadaMu kami menyembah dan hanya kepadaMu kami meminta pertolongan), terlintas di dalam benaknya bahwa ia adalah seorang hamba hakiki, Maka, sebuah suara rahasia berteriak; “Bohong, Engkau hanya menyembah makhluk!" Setelah itu, ia bertobat dan melepaskan diri dari berhubungan dengan orang². Kemudian ia melaksanakan shalat . Ketika sampai pada ayat yang sama, sebuah suara rahasia berteriak; "Bohong, Engkau hanya menyembah istrimu," Kemudian, ia menceraikan istrinya. Ia menjalankan shalat seperti biasanya. Ketika sampai pada kalimat yang sama, sebuah suara rahasia berteriak; “Bohong, Engkau hanya menyembah hartamu," Setelah itu, ia menyedekahkan semua hartanya. Ia kembali melaksanakan shalat. Ketika sampai pada ayat yang sama, sebuah suara rahasia berteriak; “Benar, Engkau benar² ahli ibadah."
📚[An-Nawadir. Hal. 14_15]


Tidak ada komentar:
Posting Komentar